More About Me...

Selamat datang di blog resmi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)SMK Negeri 1 Surabaya. RPL (Rekayasa Perangkat Lunak)adalah salah satu jurusan IT yang terdapat di SMK Negeri 1 Surabaya kini telah berhasil memasuki era digital information. Terbukti dengan hadirnya blog ini, membuat semua informas tentang RPL SMKN 1 Surabaya dapat diakses di manapun dan kapanpun dengan mudah.

Another Tit-Bit...

RPL SMK Negeri 1 Surabaya adalah salah satu Jurusan IT yang terdapat di SMK Negeri 1 Surabaya. Dengan Visi "Luhur dalam Budi, Tinggi dalam Prestasi", Jurusan RPL SMKN 1 Surabaya bertekad untuk menjadi jurusan terbaik di SMKN 1 Surabaya.

Demi Sesuap Nasi Gan....

inilah Foto yang harus kita renungkan terutama untuk kaum yang masih remaja agar mereka sadar bagaimana mencari uang demi kebutuhan.....
















Semoga Kita Dapat Mensyukuri Hidup Yang Kita Miliki Sekarang!!
Syukuri Pa Yang teLah Ada



Selengkapnya...

Bintik Matahari Mulai Membesar


Bintik matahari yang disebut sunspot 1035 mulai terlihat membesar, yaitu hingga berukuran tujuh kali planet Bumi.

Seperti dilaporkan di Space Weather News, sunspot ini telah mengembang cepat sejak terlihat pertama kali pada 14 Desember lalu. Jika kecenderungan ini terus berlanjut, maka 1035 menjadi sunspot terbesar tahun ini, bahkan tahun-tahun sebelumnya.


Seperti yang diungkapkan peneliti Lapan, Clara Yono Yatini, bintik hitam menjadi pertanda tingkat keaktifan matahari. Ketika masa aktif itu mencapai puncak, matahari dapat menimbulkan ledakan (corona mass ejection) yang dapat menghujani Bumi dengan partikel yang berpotensi mengganggu.

Sebelumnya, Lapan dan berbagai peneliti dunia telah memperkirakan bahwa masa puncak aktivitas matahari yang kini berada di siklus ke-24 ini akan terjadi pada rentang 2012-2013. Pada masa inilah diduga akan terjadi badai luar angkasa ekstrem akibat aktivitas matahari.

Masa puncak aktivitas di siklus terdahulu, yaitu ke-23 terjadi pada tahun 2003. Ketika itu, badai matahari dilaporkan sempat menimbulkan gangguan komunikasi.

Sumber : bayuflashsite.blogspot.com
Selengkapnya...

Bakteri Mars di Temukan d Meteorit Kuno



Ilmuwan menemukan fosil bakteri dalam sebuah meteorit kuno yang jatuh ke bumi dan menunjukkan pernah ada kehidupan di Mars 3,5 miliar tahun lalu. Fosil mereka ditemukan di dalam batu yang keluar dari Mars 16 juta tahun lalu ketika sistem solar sedang terbentuk.

“Bakteri Mars tiba di bumi dalam sebuah meteorit yang jatuh ke antartika 13.000 tahun lalu,” NASA percaya. Meterorit yang dinamakan Allen Hills 84001 jadi berita utama di 1996 setelah ditemukan fosil di dalam nya. Para ilmuwan percaya bahwa bakteri yang menyusup ke dalam batu tersebut berasal di bumi. Tetapi laporan NASA menyebutkan bahwa ada bukti kuat bakteri itu asli Mars, seperti yang dikutip dari Sun.


Editor UK Astronomy Now Dr Emily Baldwin mengatakan, “Banyak ilmuwan berargumen bahwa apa yang terlihat sebagai fosil di dalam meteorit tersebut disebabkan oleh ledakan, selayaknya dampak asteroid yang melempar batuan keluar Mars.” Tim NASA juga membuktikan bahwa ledakan tersebut tidak bisa terjadi dengan sendirinya.


“Jika mampu keluar dari wilayah Mars, makhluk hidup biologis tersebut tidak hidup sebelum 13000 tahun sebelum meteorit tersebut mendarat di Bumi, ini punya dampak terhadap pemahaman kita bagaimana kehidupan terbentuk dalam sistem solar,” tambah NASA.

Studi NASA yang dipimpin Kathie Thomas Keprta menemukan piringan karbon dan magnet kecil di dalam batu meteorit tersebut. Para ilmuwan meneliti dengan menggunakan mikroskop elektron resolusi tinggi yang tidak tersedia 13 tahun lalu.

Mereka menyimpulkan bahwa, “bahan kimia yang tidak biasa dan bentuk fisik di dalam meteorit terkait erat dengan piringan karbon tersebut.”

Oleh karena itu ada bukti bahwa ada air di Mars 3,5 miliar tahun yang lalu.

Sumber : bayuflashsite.blogspot.com

Selengkapnya...

Program Keahlian

BIDANG KEAHLIAN BISNIS MANAJEMEN

Administrasi Perkantoran
Membekali peserta didik sebagai sekertaris yunior, staf administrasi, receptionist yang mempunyai kompetensi di bidang menejemen informatika. Program ini bekerja sama dengan ikatan Sekertaris Indonesia dan Kantor Gubenur Jatim.
Kompetensi meliputi:
• Typist dan Receptionist
• Archiever
• Office Administrator

Akutansi
Membekali peserta didik sebagai pemegang buku bagi perusahaan jasa, dagang dan manufaktur baik secara manual maupun komputerisasi. Program ini bekerja sama dengan PT. Key Management Consultant dan Ikatan Akuntan Indonesia .
Kompetensi meliputi:
• Operator Komputer
• Pemegang Buku


Penjualan
Membekali peserta didik sebagai wiraniaga muda. Program ini bekerja sama dengan PT. Matahari, PT. Gramedia dan PT. Ramayana.
Kompetesi meliputi:
• Direct Selling
• Cashier dan Werehause Expert
• Out Standing Promotion Person / Girl



BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI


Multimedia
Sesuai dengan Visi dan Misi yang dirancang untuk menyiapkan tenaga multimedia yang unggul.
Kompetesi meliputi:
• Web Desainer
• Multimedia 2 Dimensi dan 3 Dimensi
• Editor Audio Visual

Teknik Komputer Jaringan
Sesuai kebutuhan perkembangan IT yang dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja Teknisi Jaringan yang unggul.
Kompetensi meliputi:
• Teknisi Komputer
• Teknisi Jaringan
• Administrasi Jaringan

Rekayasa Perangkat Lunak

Dengan pesatnya pemakaian komputer di masyarakat, menuntut berbagai program guna memenuhi kebutuhan sesuai keperluannya, untuk itu dengan membuka Program R P L calon tamatan disiapkan untuk menjadi Programmer muda dalam bidang Web dan Aplikasi.
Kompetensi meliputi:
• Analisis Program
• Programmer
• Developer Programmer

Teknik Produksi Program Pertelevisian
Menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dibidang produksi program penyiaran Televisi dan Radio.
Kompetensi meliputi:
• Presenter
• Kameramen
• Program Director

Desain Grafis
Pesatnya perkembangan bidang periklanan baik di TV maupun Internet menuntut kemampuan pengembangan kreatifitas dibidang desain baik model maupun animasi.
Kompetensi meliputi:
• Desainer Grafis
• Ilustrator
• Photografer

Selengkapnya...


Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik.

Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.


Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.

Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''

Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.

Penamaan Google
Nama Google dengan dua 'o' pun unik. Sebab, jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah 'o' akan muncul sebanyak web yang didapat oleh mesin pencari.

Kata Google berasal dari kata googol. Kata ini berhasil diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan Edward Kasner, seorang ahli matematika dari AS. Sirotta membuat istilah googol untuk menyebutkan angka satu (1) yang diikuti 100 angka nol (0).

Luar biasa. Googol merupakan kata yang menunjukkan sebuah bilangan yang sangat besar jumlahnya. Bilangan yang melebihi bilangan miliar atau triliun. Dan di alam semesta ini tak ada benda yang berjumlah hingga googol-an. Tidak itu bintang, tidak itu partikel debu, dan tak pula atom.

Karena itu, penggunaan kata Google merupakan refleksi dari kata googol. Dengan kata tersebut, Google berusaha merefleksikan dirinya sebagai perusahaan yang memiliki misi mengelola sesuatu yang sangat luas dan tak terbatas. Dan itu hanya terdapat pada dunia saiber tempat informasi melimpah tanpa batas.

Selengkapnya...


Vaksin rabies yang diberikan kepada binatang agar tidak menulari manusia ternyata punya khasiat lain. Selain mencegah penyakit rabies, vaksin ini bisa mencegah simian immunodeficiency virus (SIV), penyakit kekebalan tubuh yang mirip dengan HIV.

Dengan temuan ini, pengembangan vaksin AIDS yang masih dilakukan diharapkan bisa terbantu oleh studi ini. Studi itu ditemukan setelah vaksin rabies berhasil mencegah monyet terkena SIV.


Para peneliti dari Thomas Jefferson University, Philadelphia menggunakan virus rabies untuk membuat vaksin yang bisa melindungi monyet dari virus SIV, yaitu virus yang menghasilkan penyakit seperti AIDS pada manusia.

Dua strategi penggunaan vaksin dicobakan oleh peneliti, yaitu menggunakan rekombinan virus rabies SIVmac239GagPol dan menggunakan kombinasi virus tersebut dengan virus SIVmac238ENV. Kedua strategi tersebut sama-sama memicu produksi antibodi penetral yaitu CD8+ T-cell yang akan meningkatkan proteksi tubuh terhadap penyakit SIV.

Fakta ini benar-benar mengejutkan peneliti karena vaksin rabies yang tadinya hanya mencegah rabies, tidak disangka ternyata bisa juga mencegah penyakit mematikan SIV yang setara dengan HIV.

"Meskipun kami belum bisa memblok infeksi akibat penyakit tersebut, namun hasil studi ini menunjukkan bahwa vaksin itu bisa mencegah penyakit SIV. Kami juga menemukan peningkatan antibodi tubuh yang cukup menjanjikan untuk pencegahan penyakit HIV pada manusia," kata Matthias J Schnell dari Jefferson Vaccine Center seperti dilansir Healthday, Minggu (20/12/2009).

Studi ini dipublikasikan dalam Journak Vaccine sebagai bahan acuan untuk pengembangan vaksin AIDS yang hingga kini masih belum selesai.


Selengkapnya...

Bisakah Manusia Hidup Abadi ,?


NILAH.COM, Jakarta- Ilmuwan Rya Kurzweil mengklaim manusia bisa menjadi abadi dalam waktu 20 tahun ke depan dengan menggunakan teknologi nano dan pemahaman tantang kinerja tubuh.

Ray Kurzweil mengatakan manusia dapat menjadi robot cyborg dalam 20 tahun mendatang.


Pria Amerika berusia 61 tahun ini memprediksi penemuan akan datang dan mengatakan pemahaman kita tentang gen dan teknologi komputer meningkat begitu cepat.


Secara teoritis ia mengatakan, saat pemahaman kita meningkat, teknologi nano akan mampu menggantikan banyak organ-organ vital manusia dan dapat tersedia dalam 20 tahun ke depan.

Kurzweil menambahkan walaupun pernyataannya terdengar sulit dijangkau, pankreas buatan dan implan saraf sudah ada saat ini.

Kurzweil menyebut teorinya sebagai Law of Accelerating Return. Ia juga mengatakan, “saya dan banyak ilmuwan lainnya percaya jika dalam 20 tahun ke depan kita dapat memprogram kembali software tua tubuh kita, dan membalik penuaan. teknologi nano akan membuat kita hidup selamanya.

Ia menambahan pada akhirnya nanobot akan menggantikan sel-sel darah dan bekerja lebih efektif. “

“Dalam kurun waktu 25 tahun, kita dapat melakukan sprint di olimpiade selama 15 menit tanpa mengambil nafas, atau menyelam selama empat jam tanpa oksigen,” katanya.

”Penderita serangan jantung, yang belum memanfaatkan sepenuhnya teknologi jantung bionik yang sudah ada, dengan tenang akan menyetir sendiri ke dokter untuk operasi kecil dibantu oleh bots darah yang membuat mereka tetap hidup,” tambahnya.[ito]

Sumber : www.inilah.com

Selengkapnya...

Gajah Memprediksi Gempa ,?


INILAH.COM, Jakarta- Caitlin O'Connell-Rodwell menemukan kemampuan yang mengagumkan dari seekor gajah saat ia bekerja di Afrika satu dekade lalu. Ia menemukan hal itu karena pernah melihat ciri-ciri yang serupa pada serangga saat ia masih belajar di University of Hawaii.

Saat ini ia adalah seorang ilmuwan dengan spesialisasi dalam perilaku ekologi di Stanford University. Riset yang ia pelopori menunjukkan bahwa banyak hewan berkomunikasi melalui gelombang kejut halus yang berjalan di sepanjang permukaan bumi.


Beberapa teori menyatakan beberapa binatang mungkin dapat memprediksi gempa bumi karena ada tanda-tanda lemah yang tiba sebelum gelombang kejut utama. Jadi jika gajah, serangga, dan beberapa orang dapat merasakan sinyal seismik, apakah ada binatang yang dapat memprediksi gempa bumi sebelum terjadi? O'Connell-Rodwell berpikir mungkin ada sesuatu untuk itu, tapi ia mengatakan bukti masih kurang.

Setelah bencana tsunami 2004 melanda Asia Tenggara, ada laporan bahwa gajah di Thailand menjadi gelisah dan berlari ke tempat yang lebih tinggi bahkan sebelum gelombang menghantam pantai. Diperkirakan gajah itu bisa merasakan gelombang kejut kecil sebelum gelombang kejut besar menghantam daerah itu.

O'Connell-Rodwell menunjukkan bahwa sekelompok gajah di taman nasional Sri Lanka yang telah dilengkapi dengan penjejak satelit, tidak bergerak sama sekali sebelum tsunami melanda. Tapi gelombang seismik memiliki perilaku berbeda di tiap tanah, sehingga memungkinkan tanda-tanda pendahuluan dapat dideteksi di Thailand, tetapi tidak Sri Lanka.

Meskipun beberapa eksperimen di Jepang dan Cina menunjukkan bahwa beberapa binatang, bahkan ikan lele, dapat memprediksi gempa bumi, catatan mengenai itu tetap tidak lengkap. O'Connell-Rodwell mengatakan, semua itu menunjukkan bahwa masih ada banyak hal yang harus dipelajari dari komunikasi antara hewan.

Sumber : www.inilah.com

Selengkapnya...

Mengapa Mars Berwarna Merah,?


INILAH.COM, Jakarta – Selama ini Mars disebut sebagai planet merah. Namun penelitian baru menemukan Mars belum lama berwarna merah.

Selama ini warna merah Mars diperkirakan akibat produk cairan yang diperkirakan muncul di planet itu miliaran tahun lalu. Namun setelah Mars Exploration Rovers Spirit and Opportunity mendarat di planet itu pada 2004, mereka menemukan bukti mineral menunjukkan debu berwarna merah Mars tidak pernah kontak dengan cairan.


"Itu mengejutkan semua orang," kata Jonathan Merrison dari Aarhus Mars Simulation Laboratory di Denmark.

Kini penelitian menemukan mekanise untuk menjelaskan warna merah Mars itu tanpa cairan. Bahkan penelitian itu menunjukkan batuan merah di planet itu muncul belum lama. Pemikiran baru menyebut bebatuan dari erosi bisa menghasilkan mineral merah di Mars.

Untuk mengujicoba itu Merrison dan koleganya mengambil sample tanah dan menggunakan mesin secara berulang-ulang. Mereka menemukan proses yang berupa hembusan lembut di permukaan Mars telah menyebabkan erosi dan mengurangi ukuran tanah 10% dalam proses selama 7 bulan.

Jika sample diteruskan, obyek itu berubah makin memerah. “Kami pikir proses itu menjelaskan debu menjadi merah tanpa cairan," kata Merrison.[ito]

Sumber: www.inilah.com

Selengkapnya...

Anak Jalanan


''Jangan memberi uang pada anak jalanan, tidak mendidik. Salurkan saja bantuan Anda ke...,'' kata sebuah spanduk. Jika Anda masuk ke kawasan Tugu Muda, Semarang, dan jika spanduk itu belum dicopot, Anda akan menjumpainya.

Bunyi spanduk itu merupakan bagian dari cara pandang banyak pihak terhadap anak jalanan


Tanpa sadar cara semacam itu pula yang bercokol di benak banyak orang. Seorang kawan mengaku tegas-tegas menolak memberi mereka uang, meski uang receh menumpuk di ceruk-ceruk mobilnya. ''Ini bukan masalah duit. Ini soal prinsip. Memberi kail lebih saya sukai katimbang memberi umpan,'' kata si kawan. Jadi, terbukti, bahwa cara berpikir Pemerintah Kota memang tak sendiri.

Apakah cara pandang semacam itu salah? Tidak. Yang salah ialah jika ada yang menganggap bahwa cuma itulah satu-satunya cara memandang persoalan anak jalanan. Karena terbukti, saya sendiri menempuh cara yang berbeda dari Pemerintah Kota. Saya tidak yakin sikap saya ini benar. Tapi izinkan saya menjelaskan alasannya.

Saya mulai saja dari ikrar ini: kepada anak jalanan saya akan selalu memberi mereka uang sepanjang recehan itu masih tersedia. Sebuah niat mulia? Tidak. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Pertama, saya memberi karena saya takut. Takut kendaraan dicoret, takut dimaki, takut dijahati. Tak semua anak jalanan adalah anak kecil dan tak berdaya. Beberapa di antaranya malah bertato dan bertampang galak. Mereka juga selalu berkoloni, bergerombol. Dibanding orang seperti saya, mereka juga pasti lebih siap berkelahi dan sejenisnya. Jadi pemberian karena sebuah ketakutan, pasti bukan kedermawanan.

Kedua, ada kalanya muncul juga rasa iba. Betapapun, saya bisa mengerti beratnya hidup yang mereka tanggung. Minus remaja-remaja yang bertato dan bertampang galak, banyak di antara mereka adalah anak-anak kecil, ibu-ibu hamil, dan wanita-wanita dengan bayi-bayi mereka. Melihat keadan mereka, melihat bagaimana kemiskinan sehebat itu harus menghadapi tekanan kota yang konsumtif dan keras, saya benar-benar tak sempat lagi berdebat soal apakah harus memberi ikan atau kail. Lagipula yang ada ini, yang biasa saya berikan ini, malah bukan ikan bukan kail, tapi sekadar duit receh. ''Jadi ayolah, kenapa harus berfilsafat untuk barang seremeh ini,'' nasihat saya pada diri sendiri. Ini pun bukan kemuliaan. Terharu adalah soal biasa saja. Para pencoleng dan koruptor juga manusia yang bisa terharu.

Ketiga, adalah alasan paling prinsipil yang akhirnya makin meneguhkan ikrar saya. Alasan itu adalah betapa anak-anak jalanan ini hanya produk situasi. Di negara makmur, orang bahkan sudah merasa tertekan ketika berstatus sebagai penganggur, jobless. Antre berdiri mengambil uang santunan pemerintah tak lebih dari antrean aib bagi mereka.

Sementara di sekitar kita makin banyak belaka pihak yang menekuni dunia pengemis. Belum lama ini dua anak, bukan pengemis, mendatangi rumah saya dan meminta-minta. ''Untuk bayar sekolah,'' katanya. Wah ini hebat, bahkan mengemis telah menjadi pilihan pertama dalam dunia kerja. Persis kenyataan di Indonesia. Betapa mental mengemis sebenarnya telah berurat-berakar dengan hebat. Dan itulah kenapa korupsi merajalela. Karena korupsi terjadi jika banyak orang berkelakuan semacam ini: miskin prestasi tapi rakus jabatan, menolak kerja keras tapi ingin bekelimpahan.

Jadi anak-anak jalanan itu bisa saja hanya mewarisi kebudayaan sebelumnya belaka. Jika pihak yang diwarisi itu mati, anak-anak jalanan itu mungkin akan bersih dengan sendirinya.


Selengkapnya...

Merengnung Samapi Mati


Aku sering memandangi rumahku berlama-lama. kadang dari dekat, kadang dari kejauhan. Bukan untuk menggumi keindahannya karena rumahku kecil saja, berantakan pula. Namun, semua tentang rumahku, aku menyukainya.

Memandang rumahku, aku jadi memandang diriku sendiri juga kekayaanku. Sebagai diriku, ia menggambarkan betul watakku, kebaikanku juga keburukanku.rumah itu serba gelap, tak pernah dicat, tak pernah dirampungkan sebagaimana layaknya sebua rumah


Ada tembok yang tidak rata, ada lantai dari marmer perca, ada sudut tidak simetris, ada tanam-tanaman yang cukup siraman,tetapi tak cukup perawatan. Rumah ini benar-benar bukan hasil karya seni, tetapi hasil spekulasi. Spekulasi dari relasi hidup yang cuma bisa kujalankan dengan cara merambat. Setindak demi setindak. Dan, rumahku adalah kumpulan dari tindak demi tindak itu. Bukan sebuah kesatuan makanya di banyak sudut seperti Cuma berisi kesalahan.

Begitulah hidupku, lengkap dengan kesalahan yang kuperbuat adalah kenyataan yang menggembirakan hatiku. Hidup, lengkap dengan kesalahan, sungguh merupakah kesempurnaan. Maka memandangi kesalahan itu setiap kali sungguh sebuah kegembiraan.

Padahal, di rumahku tidak Cuma ada kesalahan-kesalahan hidupku, tetapi juga ada anak-istriku. Di dalam rumah itulah aku dan keluargaku tumbuh, menyejarah dan menjalani hidup ini dengan segenap cobaan dan berkah-berkahNya. Memandang anak-anak tertidur, sering melelehkan air mataku. Mulia sekali rasanya kualitasku saat terharu seperti itu. Namun, begitu anak-anak itu terbangun, mengobrak-abrik apa saja, membuat kegaduhan, menjadi anak-anak yang menjengkelkan, lalu terlihatlah kualitas kelakuanku. Aku ternyata tak lebih dari bapak-bapak kebanyakan yang gampang didikte oleh kemarahan, terutama jika kenyamanan dirinya terganggu.

Aku jelas bukan orang kaya, akan tetapi, semua simbol orang kaya telah kulengkapi hampir seluruhnya. Butuh apa saja di rumahku ada dan tersedia, sepanjang kebutuhan itu cuma seperti kebutuhanku. Mau makan apa saja yang menjadi kesukaanku ada: pisang goreng, kacang rebus hingga juadah bakar. Istriku telah pintar membuatnya.

Mau jajan apa saja terlaksana karena di depan rumah mengalir tanpa henti jajanan kelilingan. Ada yang generik model mi ayam, mi kopyok, siomay, ada pula yang baru dan aneh-aneh seperti telur grandong dan upil macan, jenis makanan yang tak hendak aku jelaskan di sini karena keanehannya. Malah ada pula jajanan kuno yang sesekali masih bisa ditemui seperti arum manis dan gulali.

Di rumahku juga tersedia kolam renang meskipun bukan untuk manusia, melainkan untuk renang ikan-ikan. Ikan pun bukan jenis louhan dan arwana, tetapi cukup jenis sepat dan mujahir, dan wader saja, yang tak perlu dirawat pun tahan hidup lama. Mau mendengar semua jenis kicau burung piaraan juga ada sepanjang ia adalah jenis tekukur, kutilang, dan puter. Aku juga memelihara banyak burung gereja di sela-sela atap rumahku.

Mau bersantai dan menghibur diri juga tak perlu bingung. Televisiku, meskipun kecil dan kuno, masih kuat menyala seharian-semalaman. Mau nonton konser apa saja, film apa saja, talkshow apa saja...semua ada. Mau sekadar mendengar musik dan karaoke? Malah cukup mendengarkan VCD tetangga yang bisa menyetel karaokenya sampai terdengar ke lain desa.

Aku kaget sendiri ketika di rumahku semuanya ada. Ternyata kaya sekali aku ini. Jika kamu memiliki tingkat kebutuhan cuma seperti kebutuhanku dan memiliki aset sepertiku, marilah kita merasa menjadi orang kaya bersama-sama.


Selengkapnya...

Katakan Cinta Dengan Aniaya


Salah satu hobi yang saya sendiri sering mengeluhkan adalah kebiasaan untuk suka dipijat. Begitu hebatnya hobi ini hingga istri dan anak-anak pun lebih suka menyingkir jika saya sudah kedapatan merebahkan badan. Pendek kata tidak ada hari tanpa pijat. Bagi mereka, mendekat di saat seperti ini hanya berarti kerja paksa. Malah secara terbuka istri pernah mengeluh, bahwa ia merindukan kedekatan tanpa ada gangguan pemijatan. ''Menjadi pemijat kan dulu tidak termasuk dalam kontrak perkawinan,'' sungutnya.


Saya tahu kekesalannya. Tapi jika tubuh ini sudah diserang pegal di sekujur, yang saya pedulikan cuma satu: mengusir pegal ini secepatnya. Walau sebetulnya, pijat bukan sekadar pengusir pegal. Yang terpenting adalah bahwa di dalam pijat ini ada kontak lahir batin. Capek fisik mendapat obatnya, kemanjaan batin mendapat penyalurannnya. Efek rangkap inilah kenapa yang membuat pijat lebih adiktif, lebih bikin nyandu dibanding narkoba.

Tapi saya memilih menyerah dalam perangkap bahaya ini. Karena saya yakin, saya tidak sendiri. Seorang santri, yang kini sudah menjadi kiai hebat, pernah bercerita bahwa pijat bisa menjadi alat paedagogi, sarana mengajar yang dahsyat. Karena pijatlah ia merasa bisa menjadi seperti sekarang. Oleh gurunya, ia sering mendapat tugas memijat hingga sang guru tertidur. Sebagaimana santri yang patuh, ia belum berhenti jika sang guru belum benar-benar tertidur.

Semula ia cuma menduga ini cuma tugas struktural biasa, antara bos dan stafnya. Tapi lama-lama ia menangkap niat terpendam gurunya. Bahwa untuk guru sehebat itu, pemijat paling hebat pun akan datang dengan suka cita. Jika sang guru mimilihnya, pasti bukan karena kualitas pijatannya. Di akhir cerita, si santri ini sepenuhnya yakin, lewat pijat itulah sang guru tak cuma sedang menyalurkan ilmunya tapi juga menyalurkan hasrat sayangnya pada sesama.

Cerita ini sungguh membuat saya makin percaya diri untuk memperalat anak istri saya. Si TK dan Si SD telah biasa menginjak-injak punggung bapaknya meskipun dengan segenap omelan dan protes di sana-sini. Ada kalanya, protes itu malah sudah demikian penuh kemarahan, mereka bahkan bukan menginjak-nginjak lagi, melainkan sudah melompat-lompat di sekujur badan untuk tujuan menyakiti bapaknya. Di mata anak-anak, saya ini pasti hanya tukang perintah kerja paksa, tukang rampok waktu bermainnya.

Tapi mereka tak pernah tahu, betapa saat melihat mereka ngomel itulah saya bisa tertawa sambil membenamkan suara di bantal sekuat-kuatnya. Inilah momen terlucu anak-anak saya. Lebih-lebih si TK yang bakat menipunya sudah mulai muncul itu. Sangat tidak mudah membujuk dia untuk segera melompat ke punggung bapaknya. Ia akan terus berusaha menunda kesanggupannya dengan berbagai cara. Ada karena roda mobil mainannya yang lepas dan butuh diperbaiki. Ada robot-robotan yang patah tangan dan harus disambung. Jika semua sudah terpasang, ia masih meminta waktu lagi untuk memasukkan barang-barang ke kotak mainan. Padahal kotak mainan itupun bukan barang yang mudah ditemukan karena hanya dicari ketika waktu menginjak punggung tiba.

Jadi ada saja akalnya untuk mengulur waktu. Giliran ia sudah tak punya alasan lagi dan harus segera bekerja, ia bisa minta berhenti ketika baru menginjakkan sebelah kakinya di badan ini. ''Nih sudah!'' katanya sambil ngeloyor pergi. Maka menariknya kembali, menindihnya sampai ia meraung-raung dalam pengertian sebenarnya adalah kriminalitas yang menyegarkan.

Begitu juga dengan istri. Menikmati pijatan dan omelannya sambil terpejam sungguh menggembirakan hati. Omelan itu malah seperti hiburan saja. Oo, inilah wanita yang sudah lelah mengurus anak-anak itu, yang mengawasi setiap jengkal rumah, cucian, seterikaan, mengatur uang belanja, bayar listrik, telpon, mengangsur kredit, mengarsip dokumen keluarga, memasak... masih harus memijat suami pula.

Untuk mengucapkan rasa terimakasih secara terbuka, saya tak biasa. Untuk terharu secara terang-terangan gengsi saya tak mengizinkan. Untuk merayunya seperti adegan sinetron sebagai tanda cinta, saya sudah trauma. Karena pernah saya meniru adegan rayuan seperti di televesi itu, istri saya malah geli tanpa henti. Sudah tentu saya tersinggung. Sejak saat itu saya berjanji tidak akan merayunya lagi.

Sulit bagi saya untuk mengatakan cinta pada mereka secara terbuka. Jadi, jalan satu-satunya yang saya bisa ialah dengan cara memperalat mereka.

Selengkapnya...

Related Posts with Thumbnails
 

different paths

college campus lawn

wires in front of sky

aerial perspective

clouds

clouds over the highway

The Poultney Inn

apartment for rent