More About Me...

Selamat datang di blog resmi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)SMK Negeri 1 Surabaya. RPL (Rekayasa Perangkat Lunak)adalah salah satu jurusan IT yang terdapat di SMK Negeri 1 Surabaya kini telah berhasil memasuki era digital information. Terbukti dengan hadirnya blog ini, membuat semua informas tentang RPL SMKN 1 Surabaya dapat diakses di manapun dan kapanpun dengan mudah.

Another Tit-Bit...

RPL SMK Negeri 1 Surabaya adalah salah satu Jurusan IT yang terdapat di SMK Negeri 1 Surabaya. Dengan Visi "Luhur dalam Budi, Tinggi dalam Prestasi", Jurusan RPL SMKN 1 Surabaya bertekad untuk menjadi jurusan terbaik di SMKN 1 Surabaya.


Google tak hanya unik dari asal katanya. Google pun memiliki latar belakang sejarah yang unik.

Google lahir dari sebuah pertemuan dua pemuda yang terjadi secara tidak sengaja pada tahun 1995 lalu. Larry Page, alumnus Universitas Michigan (24), yang sedang menikmati kunjungan akhir pekan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Sergey Brin, salah seorang murid (23) yang mendapat tugas mengantar keliling Lary.

Dalam pertemuan tanpa sengaja tadi, dua pendiri Google tersebut sering terlibat diskusi panjang. Keduanya memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda sehingga sering terlibat perdebatan. Namun, perbedaan pemikiran mereka justru menghasilkan sebuah pendekatan unik dalam menyelesaikan salah satu tantangan terbesar pada dunia komputer. Yakni, masalah bagaimana memperoleh kembali data dari set data masif.


Pada Januari 1996, Larry dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan search engine yang diberi nama BackRub. Setahun kemudian pendekatan unik mereka tentang analisis jaringan mengangkat reputasi BackRub. Kabar mengenai teknik baru mesin pencari langsung menyebar ke penjuru kampus.

Larry dan Sergey terus menyempurnakan teknologi Google sepanjang awal 1998. Keduanya juga mulai mencari investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi Google.

Gayung pun bersambut. Mereka mendapat suntikan dana dari teman kampus, Andy Bechtolsheim, yang merupakan pendiri Sun Microsystems. ''Kami bertemu dengan Andy pada pagi buta, di serambi asrama mahasiswa fakultas Stanford, di Palo Alto,'' ujar Sergey. ''Kami memberikan demo secara singkat karena Andy tak memiliki waktu yang cukup lama. Lalu, dia hanya berkata, 'Mengapa tidak aku tulis cek untuk kalian?''

Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS diberikan oleh Andy Bechtolsheim. Sayangnya, cek itu tertulis atas nama perusahaan Google. Padahal saat itu perusahaan bernama Google belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Investasi dari Andy menjadi sebuah dilema. Larry dan Sergey tak mungkin menyairkan cek selama belum ada lembaga legal yang bernama perusahaan Google. Karena itu, dua pendiri Google ini kembali bekerja keras dalam mencari investasi. Mereka mencari pendana dari kalangan keluarga, teman, dan sejawat hingga akhirnya terkumpul dana sekitar 1juta dolar. Dan akhirnya, perusahaan Google pun dapat didirikan pada 7 Septembar 1998 dan dibuka secara resmi di Menlo Park, California.

Penamaan Google
Nama Google dengan dua 'o' pun unik. Sebab, jika data hasil pencarian ditemukan, jumlah 'o' akan muncul sebanyak web yang didapat oleh mesin pencari.

Kata Google berasal dari kata googol. Kata ini berhasil diciptakan oleh Milton Sirotta, keponakan Edward Kasner, seorang ahli matematika dari AS. Sirotta membuat istilah googol untuk menyebutkan angka satu (1) yang diikuti 100 angka nol (0).

Luar biasa. Googol merupakan kata yang menunjukkan sebuah bilangan yang sangat besar jumlahnya. Bilangan yang melebihi bilangan miliar atau triliun. Dan di alam semesta ini tak ada benda yang berjumlah hingga googol-an. Tidak itu bintang, tidak itu partikel debu, dan tak pula atom.

Karena itu, penggunaan kata Google merupakan refleksi dari kata googol. Dengan kata tersebut, Google berusaha merefleksikan dirinya sebagai perusahaan yang memiliki misi mengelola sesuatu yang sangat luas dan tak terbatas. Dan itu hanya terdapat pada dunia saiber tempat informasi melimpah tanpa batas.

Selengkapnya...


Vaksin rabies yang diberikan kepada binatang agar tidak menulari manusia ternyata punya khasiat lain. Selain mencegah penyakit rabies, vaksin ini bisa mencegah simian immunodeficiency virus (SIV), penyakit kekebalan tubuh yang mirip dengan HIV.

Dengan temuan ini, pengembangan vaksin AIDS yang masih dilakukan diharapkan bisa terbantu oleh studi ini. Studi itu ditemukan setelah vaksin rabies berhasil mencegah monyet terkena SIV.


Para peneliti dari Thomas Jefferson University, Philadelphia menggunakan virus rabies untuk membuat vaksin yang bisa melindungi monyet dari virus SIV, yaitu virus yang menghasilkan penyakit seperti AIDS pada manusia.

Dua strategi penggunaan vaksin dicobakan oleh peneliti, yaitu menggunakan rekombinan virus rabies SIVmac239GagPol dan menggunakan kombinasi virus tersebut dengan virus SIVmac238ENV. Kedua strategi tersebut sama-sama memicu produksi antibodi penetral yaitu CD8+ T-cell yang akan meningkatkan proteksi tubuh terhadap penyakit SIV.

Fakta ini benar-benar mengejutkan peneliti karena vaksin rabies yang tadinya hanya mencegah rabies, tidak disangka ternyata bisa juga mencegah penyakit mematikan SIV yang setara dengan HIV.

"Meskipun kami belum bisa memblok infeksi akibat penyakit tersebut, namun hasil studi ini menunjukkan bahwa vaksin itu bisa mencegah penyakit SIV. Kami juga menemukan peningkatan antibodi tubuh yang cukup menjanjikan untuk pencegahan penyakit HIV pada manusia," kata Matthias J Schnell dari Jefferson Vaccine Center seperti dilansir Healthday, Minggu (20/12/2009).

Studi ini dipublikasikan dalam Journak Vaccine sebagai bahan acuan untuk pengembangan vaksin AIDS yang hingga kini masih belum selesai.


Selengkapnya...

Bisakah Manusia Hidup Abadi ,?


NILAH.COM, Jakarta- Ilmuwan Rya Kurzweil mengklaim manusia bisa menjadi abadi dalam waktu 20 tahun ke depan dengan menggunakan teknologi nano dan pemahaman tantang kinerja tubuh.

Ray Kurzweil mengatakan manusia dapat menjadi robot cyborg dalam 20 tahun mendatang.


Pria Amerika berusia 61 tahun ini memprediksi penemuan akan datang dan mengatakan pemahaman kita tentang gen dan teknologi komputer meningkat begitu cepat.


Secara teoritis ia mengatakan, saat pemahaman kita meningkat, teknologi nano akan mampu menggantikan banyak organ-organ vital manusia dan dapat tersedia dalam 20 tahun ke depan.

Kurzweil menambahkan walaupun pernyataannya terdengar sulit dijangkau, pankreas buatan dan implan saraf sudah ada saat ini.

Kurzweil menyebut teorinya sebagai Law of Accelerating Return. Ia juga mengatakan, “saya dan banyak ilmuwan lainnya percaya jika dalam 20 tahun ke depan kita dapat memprogram kembali software tua tubuh kita, dan membalik penuaan. teknologi nano akan membuat kita hidup selamanya.

Ia menambahan pada akhirnya nanobot akan menggantikan sel-sel darah dan bekerja lebih efektif. “

“Dalam kurun waktu 25 tahun, kita dapat melakukan sprint di olimpiade selama 15 menit tanpa mengambil nafas, atau menyelam selama empat jam tanpa oksigen,” katanya.

”Penderita serangan jantung, yang belum memanfaatkan sepenuhnya teknologi jantung bionik yang sudah ada, dengan tenang akan menyetir sendiri ke dokter untuk operasi kecil dibantu oleh bots darah yang membuat mereka tetap hidup,” tambahnya.[ito]

Sumber : www.inilah.com

Selengkapnya...

Gajah Memprediksi Gempa ,?


INILAH.COM, Jakarta- Caitlin O'Connell-Rodwell menemukan kemampuan yang mengagumkan dari seekor gajah saat ia bekerja di Afrika satu dekade lalu. Ia menemukan hal itu karena pernah melihat ciri-ciri yang serupa pada serangga saat ia masih belajar di University of Hawaii.

Saat ini ia adalah seorang ilmuwan dengan spesialisasi dalam perilaku ekologi di Stanford University. Riset yang ia pelopori menunjukkan bahwa banyak hewan berkomunikasi melalui gelombang kejut halus yang berjalan di sepanjang permukaan bumi.


Beberapa teori menyatakan beberapa binatang mungkin dapat memprediksi gempa bumi karena ada tanda-tanda lemah yang tiba sebelum gelombang kejut utama. Jadi jika gajah, serangga, dan beberapa orang dapat merasakan sinyal seismik, apakah ada binatang yang dapat memprediksi gempa bumi sebelum terjadi? O'Connell-Rodwell berpikir mungkin ada sesuatu untuk itu, tapi ia mengatakan bukti masih kurang.

Setelah bencana tsunami 2004 melanda Asia Tenggara, ada laporan bahwa gajah di Thailand menjadi gelisah dan berlari ke tempat yang lebih tinggi bahkan sebelum gelombang menghantam pantai. Diperkirakan gajah itu bisa merasakan gelombang kejut kecil sebelum gelombang kejut besar menghantam daerah itu.

O'Connell-Rodwell menunjukkan bahwa sekelompok gajah di taman nasional Sri Lanka yang telah dilengkapi dengan penjejak satelit, tidak bergerak sama sekali sebelum tsunami melanda. Tapi gelombang seismik memiliki perilaku berbeda di tiap tanah, sehingga memungkinkan tanda-tanda pendahuluan dapat dideteksi di Thailand, tetapi tidak Sri Lanka.

Meskipun beberapa eksperimen di Jepang dan Cina menunjukkan bahwa beberapa binatang, bahkan ikan lele, dapat memprediksi gempa bumi, catatan mengenai itu tetap tidak lengkap. O'Connell-Rodwell mengatakan, semua itu menunjukkan bahwa masih ada banyak hal yang harus dipelajari dari komunikasi antara hewan.

Sumber : www.inilah.com

Selengkapnya...

Related Posts with Thumbnails
 

different paths

college campus lawn

wires in front of sky

aerial perspective

clouds

clouds over the highway

The Poultney Inn

apartment for rent